Buber Nusantara di Hotel Horaios bareng Blogger Jogja

Buat saya, buka bersama di bulan puasa itu momen yang pas untuk kembali bertegur sapa dan bertemu dengan teman-teman lama. Sebuah alasan yang ‘nggak wagu’ buat saling membuka kenangan yang sudah lama dipendam. Sangat menyenangkan.

Kali ini, undangan yang masuk ke kotak surel saya yang karatan dan catnya mengelupas ini adalah undangan buka bersama oleh Komunitas Blogger Jogja. Partner yang digandeng dalam bukbernya nggak main-main lho. Namanya hotel Horaios, yang sebelumnya mungkin udah pernah kamu dengar dengan nama hotel @HOM Platinum.

Hotel Horaios berlokasi persis di sebelah hotel Horison, dan memang masih satu manajemen dengan hotel tersebut. Tepatnya, hotel bintang 2 ini Jl. Gowongan Kidul 44, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Jaraknya dekat sekali dengan Tugu Pal Putih, hanya sepelemparan batu saja.

Karena memang kelasnya adalah bintang 2, hotel ini memposisikan diri sebagai tempat menginap untuk backpacker. Bisa dibilang, ‘versi murah‘-nya hotel Horison lah. Tidak heran jika kemudian hotel ini lebih terkenal di bagian kamarnya saja –restorannya belum begitu populer. Padahal, ada sisi-sisi unik dari restoran ini yang perlu diketahui oleh publik.

Malabar Resto

Keunikan pertama dari restoran ini adalah, kamu tidak bisa memesan nasi telor atau nasi urak-arik langsung kepada aa’ atau teteh yang jaga, karena ini restoran, bukan burjo.

Bukan, bukan.

Begitu sampai di ruangan ini, kamu akan menemukan bahwa restoran ini memiliki ruangan yang cukup luas, lengkap dengan 2 ruang meeting, 1 paket mushola beserta tempat wudhu, toilet, serta karpet empuk yang bikin saya pengen rebahan dan guling-guling di atasnya.

Pada saat saya beserta teman-teman blogger lainnya masuk ke dalam ruangan, mbak-mbak dan mas-mas pelayan sedang sibuk mempersiapkan ini itu buat keperluan pengunjung. Meskipun sibuk, saya nggak tahu didikan dari manajemennya seperti apa karena mereka masih sempat untuk senyum ke kami yang juga sedang ribet foto-foto.

Namanya juga Komunitas Blogger Jogja lho, makanya dimanapun kumpulnya harus ambil gambar buat konten. Udah gitu minta saling motoin ke temen-temen lain yang bisa jadi baru dikenalnya, biar ada foto penulisnya gitu. Kalo pas kumpul malah goyang dua jari atau tetew-tetew nggak jelas ya namanya komunitas tiktokser. Ya kan?

Karena namanya all you can eat, makanannya disiapkan secara prasmanan. Namun nggak satu tempat, tapi dibuat melingkar. Sepertinya, hal ini dilakuin supaya para pengunjung tidak menghabiskan waktu berbuka mereka (eh, kita) dengan berdesak-desakan.

Ini membuat kita harus waspada, karena salah-salah, kita bisa kenyang duluan sebelum mengetahui ada makanan yang lebih enak di sisi lain ruangan. Persis seperti kejadian saya yang sudah kadung mengambil nasi serta lauk pauk yang cukup banyak, namun kemudian baru ketahuan kalau di bagian lain ruangan masih ada es buah, dawet, gorengan hingga serabi yang rasanya nggak bisa dideskripsikan lewat tulisan.

Menu Masakan Nusantara

Meskipun tidak menyediakan nasi telor ala aa’ burjo yang menjadi favorit sobat-sobat mahasiswaku, masakan yang disediakan di sini benar-benar bervariasi. Malah, tema yang dibawa oleh Malabar dalam ramadan kali ini adalah menu masakan nusantara. Santapan yang disajikan merupakan menu-menu terbaik yang khas dari empat pulau besar yang ada di Indonesia.

Boleh dibilang, ini adalah cara yang asyik untuk merasakan buber di seluruh Indonesia dalam satu waktu.

Tidak kurang dari 50 menu makanan yang disajkan disini. Mulai dari barongkok, karedok, tekwan, soto banjar dan masih banyak lagi lainnya. Saking banyaknya, bisa-bisa begitu adzan maghrib terdengar, bukannya menyegerakan berbuka, kita malah bengong aja karena bingung mau milih makanan yang mana.

Harga yang dibandrol untuk makanan seenak dan sebanyak ini pun bisa dibilang cukup terjangkau. Kamu hanya perlu mengeluarkan 60 ribu saja untuk mendapatkan semua fasilitas berbuka yang ada di Malabar Resto. Itu juga masih kembali 3 ribu karena harga aslinya 57 ribu. Lagi-lagi, itu juga sudah termasuk donasi yang akan disumbangkan ke saudara-saudara kita yang kurang mampu.

Makan enak, tempat nyaman, sambil berbagi. Terdengar keren ya?

Fix, restoran Malabar-nya Hotel @HOM Platinum benar-benar pandai mengambil hati pengunjung yang gampang baper seperti saya. Saking nyamannya, rasanya kok saya pingin ngekos disini saja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *