Nggak Demen Ngopi

Sampai sekarang, saya (masih) tidak suka ngopi.

Bukan tidak suka ding, mungkin lebih tepatnya, perut saya tidak bersahabat dengan kopi. Perut saya hampir selalu sakit dan perih ketika minum kopi meskipun cuma satu tegukannya bayi. Bayi gajah afrika tapi.

Solusi untuk begadang? Ya, tapi setelah saat-saat yang menyakitkan di perut. Dan, hey,   tugas utama dari kopi untuk membuat tubuhmu tetap segar meski larut malam adalah melancarkan aliran darah dan membuat nya lebih deras kan? Tugas itu bisa digantikan tidur siang dan semangat kok.

Jika pada akhirnya orang-orang banyak memilih kopi sebagai minuman-favorit-yang-selalu-dibanggakan, saya memilih coklat ataupun teh untuk mengisi posisi itu. Teh ataupun coklat juga lebih enak kok. Tidak ada yang rasanya gurih seperti kopi teman saya yang pernah saya incipi ketika saya diculik di kafe malam itu.

Sehingga, sampai sekarang, jika ada yang mencintai kopi dan menganggap kopi sebagai inspirasi bahkan hingga membuat filosofi-filosofi kopi yang-saya-tidak-paham-itu, mungkin suatu saat bisa menjelaskan ke saya, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *